Tinggal Pilih?
Tidak asing
mendengar kata “SIAP SAJI”. Orang awam pun tahu kata itu di setiap bungkus mie
siap saji. INSTAN. Hanya perlu beberapa
menit langsung jadi. Diibaratkan mie instan, memang enak makan mie instan.
Banyak penggemarnya. Proses ga butuh waktu lama, kita dapat melahapnya cepat.
Tapi, cepat habis juga. Kalau ada mie instan terbaru dan lebih enak pasti
langsung berburu yang baru. Sedangkan yang lama, mungkin akan ditinggalkan.
Tapi, mungkin juga tidak semua akan meninggalkan. Waktu terus berjalan. Ada mie
instan yang bertahan lama, ada pula yang akan menghilang karena sudah tak laku.
Hmm...
Atau adakah
yang suka makanan enak yang perlu proses sedikit lama? Bilang saja, lebih suka
masakan rumahan. Dari bahan mentah diolah dengan beberapa proses baru bisa jadi
makanan matang. Jangan lupa bumbunya! Harus ada bumbu-bumbu tertentu agar
berbeda rasanya. Itu saja tidak cukup, masih ada proses lainnya. Menghias makanan
yang dihidangkan. Perlu polesan sedikit/ tak berlebihan agar makanan terlihat
menarik dimakan. Tentu kita harus tahu rasanya enak atau tidak?
HHmm..penikmatnya yang mengambil keputusan. Kalau enak? Yang tentu sangat
disukai bahkan akan memintanya lagi dan lagi. Para penikmat juga mau sabar
menunggu untuk melahapnya lagi. Kalau tidak enak? Ya biasanya, penikmat protes
kenapa makanannya tak enak?? Kurang inilah, kurang itulah. Pembuatnya harus
bersabar menanggapi keluhan dan komentar para penikmat masakannya. Hmm... itu
pun pembuat harus belajar lagi membuat masakannya lebih enak lagi. It’s Fine.
Para penikmat masih mau menunggu masakan itu datang lagi!
Comments
Post a Comment