? (dibaca: Entahlah)
Entah apa yang aku pikirkan,
terkadang terbesit sebuah tanda tanya (?). Ketika manusia dilahirkan dimuka Bumi
ini, sesosok bayi mungil tanpa dosa, tanpa kata, dan tanpa beban. Hanya
teriakan yang terdengar seperti menangis. Bagaikan malaikat turun dari langit
(walaupun aku tak tau wujud malaikat?). berawal mula dari sana, hari berganti
hari, hingga terhitung kata tahun. Semua umur manusia akan mengalami
pertambahan dan semakin dewasa. Tumbuh menjadi sosok manusia yang bisa mandiri
atau mungkin independen. Sebuah tanggungjawab dalam menjalani hidup di bumi.
Sebuah tanggungjawab yang terbelah menjadi dua sisi. Sisi duniawi dan
spiritual.
Tanggungjawab duniawi, menjalani
hidup disisa waktu hingga manusia dipanggil sang Tuhan, bekerja keras agar
tetap hidup walaupun sekedar untuk sesuap nasi dan membahagiakan orang-orang
sekitarnya.
Tanggungjawab spiritual,
menjalani hidup di Bumi beranggapan hanya sekedar mampir untuk berteduh. Sisa
waktu yang tak tahu kapan akan berhenti, membuat manusia berlomba-lomba mengumpulkan
bekal iman dan amal agar diijinkan masuk Surga Tuhan. Tak semudah manusia masuk
kesana seperti membalikkan telapak tangannya. Tanggungjawab penuh godaan, Insya
Allah dalam bimbinganNya, sisi manusia spiritual bertahan dapat terhindar dari
godaan. Kuatlah manusia sisi spiritualnya karena beragama. Agama sebagai penopang
hidup di Bumi maupun Akherat nanti.
Manusia tinggal memilih jalan
hidupnya. Sebuah keputusan dimana manusia tersebut sudah tahu mana yang baik
atau tidak untuk dirinya sendiri. Apabila salah resiko ditanggung sendiri.
entahlah...
(Diawali dengan kata ‘entah’ dan
diakhiri kata ‘entah’ pula haha... ^^)
Just my opinion...
Comments
Post a Comment