Jodoh dan Restu Orang Tua
Judul yang
terlintas dalam pikiran dan sempat menitihkan air mata. Jodoh adalah ketentuan
Allah SWT dalam menyatukan dua insan. Laki-laki dan perempuan. Diibaratkan
teman seumur hidup sampai mati. Itu tak dapat diganggu gugat oleh siapapun.
Jodoh tak ada yang tahu akan bersandar pada siapa. kadang-kadang tak terduga.
Wow!
Keseriusan dua
insan dalam menjalani suatu hubungan menuju kearah yang lebih serius yaitu
pernikahan. Sebuah pernikahan adalah hal sakral nan suci yang dilakukan
sepasang calon suami istri. Sebuah pernikahan yang didasari rasa cinta
dan...restu orang tua. Kata ‘restu’ sangat penting dalam hal ini. sebuah restu
orang tua dari kedua belah pihak. Bersyukurlah kalian yang menikah mengantungi
restu kedua pihak orang tua. Mempertahankan sang calon dan restu orang tua,
keduanya beda tipis. Keduanya tak bisa dipilih. Hanya salah satu. mungkin ada
yang bisa keduanya dipilih, tapi hanya minoritas. Berbagai alasan orang tua tak
merestui salah satu pihak, entah itu orang tua si perempuan atau si laki-laki.
Namun, banyak terjadi pada pihak si perempuan dan sebutan kasarnya si korban
adalah si lelaki. Namun, nyatanya kedua calon inilah yang menjadi keegoisan
orang tua (salah satu pihak atau keduanya).
Jika
dipikirkan kembali, kedua orang tua juga tidak salah. Terkadang masih banyak
orang tua dari pihak si perempuan masih beralasan bibit, bebet, dan bobot demi
kebaikan si anak. Istilah inilah yang menjadi tolak ukur restu mereka. Kalau
dipikir lagi menyakitkan juga. Karena alasan ini, maka sebuah hubungan putus
ditengah jalan. Ada yang berpisah secara baik-baik (Tangis dalam diam) atau
mengumat tak jelas (Marah bercampur sedih). Setelah itu, apa yang terjadi?
Apa yang
terjadi? Tak ada yang tahu. Hanya kata mungkin dan mungkin. Waktu yang bisa
menjawab semua. Tinggal memilih, ingin terpuruk dalam kehancuran atau move up
menjadi lebih baik untuk diri sendiri dan mendapatkan yang lebih baik???
Sebuah
pembuktian bahw aku bisa bukan sebuah dendam...
Comments
Post a Comment