Watak...


Ada ulasan terbaru. Ya sebenarnya baru teringat olehku hehehe...Emmm, ya sebagai contoh saja saya, saya kerja di sebuah lembaga keuangan. Saya sebagai staf administrasi di lembaga keuangan tersebut. Saya melihat dari sisi pekerjaan para  Pekerja Lapang, ya yang biasa disebut pegawai Marketing. Okey, saya salut dengan para marketing dari pagi hingga sore mencari dan menagih para nasabah untuk mengejar target setoran mereka sesuai dengan aturan main setiap lembaga/perusahaan mereka.
Di tempat saya bekerjapun begitu. Ehmm...hanya saja lembaga tempat saya bekerja ada di daerah mayoritas perdesaan dam minoritas perkotaan untuk nasabahnya. Yang sebagai ulasan untuk saya saat ini adalah perbedaan pola pikir atau sebut saja watak dari para nasabah yang bermacam2. Ya sebagai contoh kakak saya yang bekerja sebagai seorang penagih setoran tiap bulannya. Di saat dia bekerja di area perdesaan yang mayoritas orang desa, disaat mereka ditagih untuk menyetor angsuran pinjaman mereka,mereka justru dengan ramah dan menyadari bahwa mereka memang harus mengangsur atau membayar pinjaman mereka secara teratur, malahan tepat waktu.
Ya hanya sebuah pendapat dan perbandingan kecil dari segi mata seseorang. Untuk daerah perkotaan yang minoritas orang kota asli, mereka hampir sedikitnya memiliki watak atau sifat...ya sebut saja bandel,ya bahasa jawa nya Ngeyelan dan merasa seperti tidak mempunyai tanggung jawab bahwa memiliki pinjaman. Ya terkadang para merketing  selalu mendapat  kesulitan dalam menagih nasabah tersebut. Seperti kakak saya, dia hampir 2 atau 3 kali dalam sehari harus menagih orang yang sama dengan waktu yang berbeda. Di saat jam kerja sudah habis pun, dia pergi ke tempat kediaman nasabah, tentunya dengan sikap yang sesuai dengan etika yang baik. Alhasil, belum tentu dia akan mendapatkan hasil tarikan setoran dia. Hehehe...^^V  makanya, terkadang sebagian lembaga keuangan ada bagian khusus penagih level akhir yang disebut Debt Colector. Berfisik sangar dan tegas. Tugas mereka adalah menagih pinjaman nasabah yang benar2 sudah bandel sekali (menurut saya).
Ya pada intinya, manusia atau setiap orang mempunyai kebutuhan pribadi masing2. Namun, karena hutang/pinjaman merupakan kewajiban dimana kita sebagai orang yang meminjam mempunyai tanggung jawab untuk mengangsur, menyetor, atau melunasi kewajiban tersebut sesuai aturan yang telah disepakati.
Sepertinya cukup sekian ulasan yang saya buat hari ini. Mohon maaf kalau ada yang salah ya. Thank you very much==> take a bow (^^)

21 april 2013 (kota dan desa)

Comments

Popular posts from this blog

Darell Ferhostan

Jam Berbunyi TIK...TOK..

GONE